Jumat, 29 Agustus 2014

Hajimemashite... akhirnya punya waktu dan mood lagi untuk buka nih blog he eh...
Disemester 3 ini jadwal matakuliahnya semakin padet deh, mulai dari yang dalam satu hari tiga matakuliah sampe yang kuliahnya cuma di pagi hari terus baru nyambung soree *itungannya bisa seharian nih di kampus*. Haya pikir haya udah jarang ngegalau tiba-tiba *as serasa bosan beraktifitas* tapi ternyata akhir-akhir ini malah kambuh lagi. hiks apa ya obat yang bisa buat kita itu bisa semangat lagi ketika kita sedang berhadapan dengan fase super bosan ini? Sampe sekarang haya masih belum ketemu solusinya hufffttt.
Yaaa karena sekarang matakuliahnya juga semakin berat isinya, haya mau fokus belajarrrr well kali ini beneran mau biarkan waktu yang memutuskan. Selama ini haya terus mencari jawaban kenapa haya belum pernah punya cowok sekalipun? setelah sempat galau pengen punya cowok, haya berusaha calm down. Yang sebelum ini suka ngegalauin si Mr.N, kali ini haya nggak mau mikirin masalah itu dulu. Kenapa kalau belum pernah punya cowok sampe sekarang? waktu masih panjang kok mungkin aja memang belum ketemu sama jodohnya kan. Yaaahh klo tetep nggk punya waktu hingga waktu terakhir kita, harus selalu bersabar dan nggak bersedih hati, yang penting jaga diri tetap suci nggak tersentuh, toh kehidupan didunia ini hanya sementara kan? pasangan hidup itu juga hanya didunia kan? biar aja sekarang belum punya cowok siapa tau nanti dimasa depan malah ketemu sama cowok yang bisa menjadi pasangan hidup baik dunia maupun akhirat. Daripada sekarang ngegalaui cowok, kepengen punya cowok sekarang, buru-buru yang ada malah salah pilih. Kata temen haya sih, haya yang terlalu menutup diri pengennya cowok duluan yang nyapa. Biarin deh, nggk usah diubah sifat yang satu ini. Kalau untuk mencari cowok yang memang sayang sama kita, ya cowok itu juga dong yang mengambil inisiatif duluan. Mengutip kata-kata dosen akbi, cewek itu nggak boleh menurunkan harga. Jadi nggak usah deh nangis dan galau karena belum pernah punya cowok sama sekali, beda dengan yang lain. Well, mungkin kata-kata haya ini seperti cuma pembelaan dari orang yang jomblo, lain dikata lain dihati. Tapi haya nulis ini sebagai permulaan bagi haya untuk menerapkan kata-kata haya sendiri itu. Nggak boleh terpengaruh sama lingkungan sekitar, jadi diri sendiri aja!!

Kamis, 01 Mei 2014

Fanfic HaKo

>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<
Taman itu.... ini taman kemarin kan?!?!
Tiinn!! Tinn!!
"Marie-chan! Marie-chan!"
Marie menepikan motor yang dikendarainya segera setelah mendengarku memangilnya. Aku ikut menepikan motorku didekat tempat Marie berhenti.
"Taman yang kita lewati tadi... itu taman didekat rumahnya.." ucapku pelan dengan cengiran bersalah. 
Entah kenapa aku langsung meneriaki Marie untuk berhenti. Sebenarnya aku tidak enak hati jika mengajak Marie untuk melewati jalan kerumah Yabu *lagi!*. Tapi sepertinya Marie bisa membaca pikiranku, Marie bertanya apakah kami akan berputar?
Tentu saja aku tidak akan melewati kesempatan melewati rumah Yabu ketika Marie mengajak untuk memutar motor kami.
mm.. kenapa jalannya jelek gini ya? jangan-jangan bukan taman ini lagi.
Tidak memberitahukan Marie tentang keraguanku, aku memutuskan untuk tetap mengambil jalan lurus. Berharap akan menemukan tanda-tanda lain menuju rumuh Yabu yang bisa kukenali.
Tidak jauh dari taman pertama tadi, aku kembali melihat taman lain. Taman yang terlihat sama persis dengan taman yang pernah kukunjungi bersama Yabu, juga taman yang mirip dengan taman pertama tadi, hanya memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan taman sebelumnya.
Ups! Salah lagi! Baka! Haduhh kenapa pula taman-taman disini mirip semua sih. Gawat deh nyasar lagi nih. Haduhh hontou ni gomen nasai Marie-chan!!!
Aku segera memberi tanda untuk menepi ke kiri dan menunggu Marie sampai dibelakangku.
"E he... kayakny bukan jalan yang ini deh..."..."gimana jadi? mau muter balik atau terus jalan aja?" sambungku cepat.
"Ya sudah muter balik aja."
Yaaahh mungkin memang bukan takdirnya aku bisa ketemu sama Yabu lagi. Lagian tipe yang Yabu sukai itu beda banget sama diriku. Ngapain juga aku berusaha nyari rumah Yabu, padahal Yabu belum tentu mau ngelakuin yang sama untukku, bikin susah Marie aja nih aku.
"Mau belok nggak?" tanya Marie dari sebelahku tepat sebelum masuk lorong menuju rumah Yabu.
"Yaaaa boleh juga" jawabku dengan cengiran.
Aku langsung ikut berbelok menuju kerumah Yabu. Untung saja dibelakangku tidak terlalu banyak kendaraan lain, sehingga tidak ada yang memberikan klakson mereka kepada sikapku yang tiba-tiba mengambil arah berbelok.
Setelah masuk lorong, sekali lagi aku yang memimpin jalan menuju rumah Yabu,
Hmmm bukan lorong ini deh, oh itu dia, iya pasti lorong yang itu! Persimpangan yang tepat di puncak tanjakan.
Aku membawa motorku seraya terus mengamati rumah-rumah yang berada di sisi kiri-ku.
Bukan. Bukan. Bukan rumah yang ini. Ini dia!!
Pintu rumah dan garasi rumah Yabu terbuka. Tapi aku nggak bisa menemukan keberadaan motor Yabu disana. Yaaa setidaknya aku bisa menemukan rumahnya.
Tidak terlalu jauh dari rumah Yabu, aku kembali menepikan motorku. Marie segera menyusul sambil melihat ke sisi sebelah kanan.
"Ya, rumah Yabu yang mana sih? Yang itu bukan?" tanya Marie menunjuk pagar rumah yang berada disebrang rumah Yabu.
"Bukan Marie, yang itu tuh, yang ada dibelakang Marie."
"Sepertinya aku melihat Yabu di rumah yang itu."
"Nggak lah.. rumahnya yang itu kok Marie."
"Tapi bener deh, kalian kan sering memperlihatkan fotonya, jadi aku hapal wajahnya." jawab Marie yakin.
Penasaran dengan ucapan Marie yang terlihat bersungguh-sungguh, aku membawa motorku mundur sedikit demi sedikit sampai aku bisa melihat punggung seorang cowok yang sedang menyapu dedaunan di taman.
Hmmm wajahnya nggak terlalu kelihatan.
Entah apakah aku memang berharap itu memang Yabu atau aku merasa tidak mungkin itu Yabu. Yang jelas aku hanya ingin memastikan wajah si cowok.
Dan saat itulah si cowok mulai bergeser dan memperlihatkan hampir semua wajahnya menghadapku!
BBBRRRUUUUMMMMM!!!!......>>><<<

The Master's Sun (Preview)

Konnichiwa minna-sannnnn, udah lama nih haya nggk nulis disini. Sebagai awal memulai nulis lagi, haya bakal ngepost tentang drama kece yang masih haya tongkrongin setiap episodenya, lagi-lagi drama ini keluaran SBS, salah satu stasiun tv besar dikorea sana, yang telah menghasilkan banyak drama terkenal. Drama ini berjudul The Master's Sun atau Master's sun. Ceritanya horor, kocak, maupun roman. Pokoknya lengkap deh... Penasaran?? Lets check it out!!

Menceritakan pertemuan cewek bernama Tae Gong Shil, yang bisa melihat hantu dimana-mana, dengan Jo Joong Won, seorang CEO di Kingdom Mall, yang angkuh dan tidak percaya dengan segala jenis takhayul didunia ini. Mereka bertemu pertama kali di sebuah malam yang berbadai. Gong Shil atau juga Tae Yang ( Matahari Besar ) baru saja menyelesaikan tugasnya membantu arwah nenek-nenek di sebuah tempat yang cukup jauh dari Seoul, sementara di tempat lain, CEO Jo atau Joong Won menyelesaikan tugasnya terkait urusan Kingdom Mall tidak jauh dari tempat Gong Shil. 

Di perjalanan pulang, karena sebuah halilintar XD, Tae Yang ikut naik mobil Joong Won. Di tengah jalan tiba-tiba ada hantu yang muncul tepat di depan Tae Yang. Tae Yang yang ketakutan, langsung berusah menutupi matanya dengan memegangi Joong Won. Joong Won jelas terkejut, karena dia nggak suka dipegang-pegang seenaknya. Tae Yang juga terkejut dikarenakan sang hantu menghilang setelah ia memegang Joong Won. Tapi Joong Won tetap saja sinis.
"Ada dua hal yang paling aku benci
Pertama, orang yang menyentuh uangku dan Kedua, orang yang menyentuh tubuhku. Aku memotong tangkai bunga dari seseorang yang ingin menyentuh uangku. Apa yang harus kulakukan dengan tangan yang menyentuh tanganku?"

Setelah pertemuan ini, Tae Yang selalu berusaha mengikuti Joong Won. Sampai akhirnya Joong Won mempercayainya dan mengangkatnya bekerja di Kingdom Mall. Banyak adegan kocak nun horor nun romantis sekaligus super duper menyedihkan yang mengiringi hubungan kedua orang ini. Penasaran? Hayoo buruan beli DVD-nya, nih drama cocok banget untuk mengisi waktu kosong kita ;D